|
sepi menggulung membukus raga yang terpatri dalam pada jejak waktu yang tersia bayanganbayangan selintas datang dan pergi wajahwajah waktu menari menjelmakan ilusi
kau melintas di ujung jalan itu menghilang pada satu belokan di ujung sana namun senyummu masih tertinggal di sini, di relung asa yang hampir mati sendiri mencecap kesunyian tanpamu, tanpanya tanpa mereka
lihatlah bulan disana, katamu bukankah ia sendirian sepertimu? ia tidak pernah mengeluh setia mencerap sinar mentari untuk ia hadirkan kembali di malammalam dingin
kau ingin aku menjadi seperti bulan itu?
seribu lelawa terbang menjelmakan bayangan seorang lelaki berjalan sendiri melintasi loronglorong sunyi menghilang di sebuah sudut kota
dan bulan masih ada di atas sana setia dalam kesunyiannya
: Jatinangor 9 September 2006
|