.:: Menu ::.

.:: Shout Yours ::.

Nama :
Web URL :
Pesan :
:) :( :D :p :(( :)) :x

.:: Recent Entry ::.



.:: Calendar ::.

<< September 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30


.:: Contact Me ::.



Yahoo! Messenger



If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

.:: Company ::.





.:: Community ::.


.:: Banner ::.

Juara 1 Cerita Anak Fantasi 2006


.:: Jejala ::.




.:: Feeds-Stats ::.

RSS
Atom
rss feed



Free Counter
Hits


.:: Credits ::.

Saturday, September 09, 2006
Delirium Sunyi

   
sepi menggulung membukus raga
yang terpatri dalam pada jejak waktu yang tersia
bayanganbayangan selintas datang dan pergi
wajahwajah waktu menari menjelmakan ilusi

kau melintas di ujung jalan itu
menghilang pada satu belokan di ujung sana
namun senyummu masih tertinggal
di sini, di relung asa yang hampir mati
sendiri mencecap kesunyian tanpamu, tanpanya
tanpa mereka

lihatlah bulan disana, katamu
bukankah ia sendirian sepertimu?
ia tidak pernah mengeluh
setia mencerap sinar mentari
untuk ia hadirkan kembali di malammalam dingin

kau ingin aku menjadi seperti bulan itu?

seribu lelawa terbang menjelmakan bayangan
seorang lelaki berjalan sendiri
melintasi loronglorong sunyi
menghilang di sebuah sudut kota

dan bulan masih ada di atas sana
setia dalam kesunyiannya

: Jatinangor 9 September 2006

dikirim pada 11:01 pm



Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Google Modules
Previous Entry Home Next Entry
|| HOME || DAILY || SHORT STORY || POET-POETRY || BOOK REVIEW || FILM REVIEW || UNCATEGORIZED || JUST PROFILE || GALLERY ||


modified template by jalaindra since Agustus 2006
from the original template by blogdrive design